
Da'i Ramadhan, Ramadhan 2026
ibnuabbasklaten.com — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Ibnu Abbas Klaten kembali menggelar Program Pengiriman Imam & Da’i Ramadhan. Tahun ini, sebanyak 60 santri telah disiapkan untuk menjalankan amanah dakwah di berbagai masjid dan musholla di wilayah Klaten dan sekitarnya.
Program Pengiriman Imam & Da’i Ramadhan yang rutin digelar setiap tahun ini bukan sekadar agenda musiman. Ketua Panitia Pengiriman Imam & Da’i Ramadhan, Ustadz Ahmad Syaifuddin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari sistem pendidikan pesantren.
“Tujuan utama program ini adalah membantu masyarakat memperoleh imam shalat dan penceramah selama bulan Ramadhan, sekaligus menyebarkan dakwah Islam yang moderat, santun, serta berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah,” jelasnya dalam wawancara pada Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, program ini juga menjadi sarana pembentukan karakter santri agar memiliki keberanian, tanggung jawab, serta kesiapan mental dalam berdakwah langsung di tengah masyarakat.


Untuk Ramadhan 1447 H, penempatan santri difokuskan pada radius dalam kota dengan sebaran di kurang lebih 17 masjid dan musholla. Penugasan dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta kesiapan masing-masing santri, sehingga pelaksanaan ibadah Ramadhan dapat berlangsung lebih tertib, khusyuk, dan terarah.
Tidak semua santri dapat langsung diberangkatkan. Proses seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari administrasi, capaian hafalan (tahfidz), kedisiplinan, rekam jejak akhlak, hingga tes kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid.
“Santri juga mengikuti tes praktik khutbah atau ceramah serta wawancara untuk melihat kesiapan mental dan komitmennya,” terang Ustadz Ahmad.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, para santri mengikuti pembekalan intensif. Materi yang diberikan meliputi fiqih dakwah, adab bermasyarakat, teknik public speaking, manajemen kegiatan Ramadhan seperti imam tarawih dan kultum, hingga simulasi praktik ceramah.
“Pembekalan ini penting agar santri percaya diri dan mampu menjawab pertanyaan masyarakat dengan bijak,” tambahnya.
Bagi para santri, pengalaman ini menjadi madrasah kehidupan yang tidak ternilai. Mereka belajar memimpin shalat, menyampaikan nasihat, membangun komunikasi dengan jamaah, sekaligus menjaga amanah sebagai representasi pesantren.
“Manfaat terbesar adalah pengalaman nyata berdakwah. Ini membentuk kemandirian, kedewasaan, dan menguatkan keikhlasan dalam berkhidmat kepada umat,” ujarnya.
Dari tahun ke tahun, respon masyarakat terhadap program ini terbilang sangat positif. Kehadiran santri dinilai membawa semangat baru dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan. Masjid menjadi lebih hidup, anak-anak dan remaja semakin antusias mengikuti kegiatan keislaman, serta terjalin hubungan silaturahmi yang erat antara pesantren dan warga.
“Masyarakat merasa terbantu dan berharap program ini terus berlanjut setiap tahun,” ungkapnya.

Ke depan, panitia berharap jumlah santri yang dikirim dapat terus bertambah dan menjangkau wilayah yang lebih luas. Peningkatan kualitas pembekalan juga menjadi prioritas agar dakwah yang disampaikan semakin profesional, solutif, dan berdampak.
“Kami berharap terbangun jaringan dakwah yang berkelanjutan, tidak hanya saat Ramadhan. Santri harus tumbuh menjadi dai yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat,” tutup Ustadz Ahmad Syaifuddin.
Melalui Program Pengiriman Imam & Da’i Ramadhan ini, PPTQ Ibnu Abbas Klaten meneguhkan komitmennya bahwa pendidikan pesantren bukan hanya transfer ilmu, melainkan juga pengabdian nyata. Dari pesantren untuk umat, Ramadhan menjadi momentum menebar kebaikan dan memperkuat peran dakwah di tengah masyarakat.